Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif - Hallo sahabat insurance and tax, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Risk Management,
Artikel Survey Report, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif
link : Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif

Dalam aktivitas pembuatan laporan survey terkhusus di industri manufaktur, surveyor akan sangat fokus pada risiko kebakaran. Terdapat unsur segitiga api, yaitu oksigen, panas dan bahan bakar. Ketiga unsur tersebut mendukung meningkatnya risiko kebakaran akibat bahaya api.
Berbagai langkah harus dilakukan oleh perusahaan agar risiko kebakaran itu tidak muncul. Salah satunya adalah dengan menyediakan proteksi kebakaran aktif dan proteksi kebakaran pasif.
Proteksi kebakaran aktif
Proteksi kebakaran aktif merupakan penerapan suatu desain atau instalasi deteksi, alarm dan pemadam kebakaran pada suatu bangunan yang akan dapat langsung bekerja atau digunakan secara mandiri jika risiko kebakaran muncul.
Contohnya antara lain:
Proteksi kebakaran pasif
Proteksi kebakaran pasif merupakan suatu teknik atau desain untuk membatasi atau menghambat penyebaran api, panas / gas baik secara vertikal maupun horizontal. Prakteknya adalah dengan mengatur jarak antar bangunan, memasang dinding pembatas tahan api, menutup setiap bukaan dengan media tahan api dengan suatu mekanisme tertentu.
Beberapa tindakannya adalah pemasangan:
Anda sekarang membaca artikel Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif dengan alamat link https://insurancetaxs.blogspot.com/2020/05/mengenal-proteksi-kebakaran-aktif-dan.html
Judul : Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif
link : Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif
Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif

Dalam aktivitas pembuatan laporan survey terkhusus di industri manufaktur, surveyor akan sangat fokus pada risiko kebakaran. Terdapat unsur segitiga api, yaitu oksigen, panas dan bahan bakar. Ketiga unsur tersebut mendukung meningkatnya risiko kebakaran akibat bahaya api.
Berbagai langkah harus dilakukan oleh perusahaan agar risiko kebakaran itu tidak muncul. Salah satunya adalah dengan menyediakan proteksi kebakaran aktif dan proteksi kebakaran pasif.
Proteksi kebakaran aktif
Proteksi kebakaran aktif merupakan penerapan suatu desain atau instalasi deteksi, alarm dan pemadam kebakaran pada suatu bangunan yang akan dapat langsung bekerja atau digunakan secara mandiri jika risiko kebakaran muncul.
Contohnya antara lain:
- Deteksi /Detektor(Panas, Asap, Nyala)
- Alarm (Audibel, Visibel)
- Apar
- Sprinkler
- Hydrant
Proteksi kebakaran pasif
Proteksi kebakaran pasif merupakan suatu teknik atau desain untuk membatasi atau menghambat penyebaran api, panas / gas baik secara vertikal maupun horizontal. Prakteknya adalah dengan mengatur jarak antar bangunan, memasang dinding pembatas tahan api, menutup setiap bukaan dengan media tahan api dengan suatu mekanisme tertentu.
Beberapa tindakannya adalah pemasangan:
- Means Of Escape
- Kompartemen
- Smoke Control (Pengendali Asap)
- Fire Damper (Bahan Tahan Api)
- Fire Retardant (Pelapisan Bahan Tahan Api)
Credit picture: impactfireservices
Demikianlah Artikel Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif
Sekianlah artikel Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Mengenal Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif dengan alamat link https://insurancetaxs.blogspot.com/2020/05/mengenal-proteksi-kebakaran-aktif-dan.html
Komentar
Posting Komentar